Latar Belakang Berdiri    :

Permasalahan :

  1. Rendahnya daya tampung Sekolah lanjutan Atas yang ada di wilayah Dlingo
  2. Rendahnya minat melanjutkan sekolah ke wilayah lain karena faktor geografis (pegunungan)
  3. Tingginya angka pernikahan dini
  4. Tingginya anak usia sekolah yang bekerja

Potensi:

  1. Banyaknya industri perkayuan (mebel sederhana) di wilayah Dlingo
  2. Sebagian besar wilayah merupakan hutan rakyat yang ditanami pohon pinus & akasia
  3. Semangat & etos kerja masyarakat yang tinggi
  4. Tingginya jumlah lulusan SLTP di wilayah Dlingo (+ 800 siswa)

Berdasarkan permasalahan dan potensi yang ada tersebut, diusulkan didirikannya SMK di wilayah Dlingo, dengan program keahlian Kria Kayu, maka berdasarkan Surat Keputusan Pendirian oleh Bupati Bantul No : 257 Tahun 2003, tanggal 18 Oktober 2003, tentang Rintisan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMP, berdirilah SMK NEGERI 1 DLINGO. Dalam hal ini, SMK Negeri 1 Dlingo pada awal berdiri  menggunakan berbagai fasilitas milik SMP Negeri 1 Dlingo, baik fasilitas fisik berupa sarana dan prasarana maupun tenaga pengajarnya.

Pada tahun pertama, SMK N 1 Dlingo, dengan dibantu berbagai pihak, termasuk pihak kecamatan, seluruh lurah di wilayah Dlingo serta bantuan dari Kepala-kepala SMP di wilayah Dlingo melakukan sosialisasi dan berhasil mendapatkan siswa sebanyak 22 siswa. Untuk menarik minat masyarakat , siswa angkatan pertama tersebut dibebaskan dari biaya pendidikan (gratis) mulai dari pedaftaran sampai lulus. Namun demikian, dari 22 siswa tersebut hanya bertahan 15 siswa yang menyelesaikan pendidikan di SMK N 1 dlingo sampai lulus. Sedangkan sisanya memilih mengundurkan diri dengan berbagai alasan, diantaranya ingin bekerja membantu orang tua dan sudah tidak  berminat belajar.

Pada tahun ke dua, guna menarik minat belajar masyarakat, dibuka program keahlian Teknik Audio-Video. Dari sinilah mulai banyak peminat, pada awal dibuka program keahlian tersebut dapat menarik minat 46 siswa, sedangkan program keahlian  kria kayu sebanyak 24 siswa. Demikianlah dari tahun ke tahun animo masyarakat semakin meningkat, seiring dengan kesadaran masyarakat akan arti penting pendidikan, dan juga mulai nampaknya prestasi dan hasil yang diraih oleh SMK N 1 Dlingo. Pada usia yang baru 3 tahun, SMK N 1 Dlingo sudah mengirimkan siswa untuk ikut Lomba Kompetensi Siswa ( LKS ) tingkat Propinsi dan mendapat juara 2, dan berikutnya tiap tahun selalu mendapatkan juara 3 besar. Serta dapat mewakili propinsi maju ke tingkat nasional pada tahun 2008, 2010 dan 2011.

Pada tahun 2011, SMK N 1 Dlingo, membuka program keahlian baru, yaitu Tata Busana Butik. Ini didasarkan atas semakin tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke SMK N 1 Dlingo, dan belum adanya program keahlian keputrian. Pada awal dibuka program keahlian tersebut, segera disambut baik oleh masyarakat, dangan masuknya 68 siswa ke program keahlian tata busana.